Mengenal Cincin Pertunangan Motif Batik

cincin tunangan

Dalam sebuah kata bijaknya, desainer senior asal Semarang ibu Anne Avantie mengatakan bahwa sepasang cincin ini menjadi saksimu, menggengam erat asa dan sukmaku, cincin bertahta filosofi cinta, melingkari jemariku sebagai tanda kasihku padamu. Kalimat – kalimat itu juga yang rupanya akan membawa kita pada suasana untuk mengenal cincin tunangan motif batik yang selama ini mungkin belum anda dengarkan.  Benar sekali, kehebatan  Anne Avantie ternyata tak hanya berhenti pada berkreasi untuk busana pengantin dan busana tradisional saja. Wanita yang kerap disapa Bunda Anne ini, telah pula  mencoba daya kreasinya dalam  aneka desain cincin. Dia berusaha memodelkan motif tertentu pada  sebuah cincin, sebagai hasil olah imajinasinya yang terbang tanpa batas. Bunda Anne yang selama ini dikenal sebagai desainer itu, telah dilirik  perusahaan perhiasan yang bernama The Palace, untuk  berkolaborasi dalam kreasi. Hal ini adalah untuk kali pertama Anne Avantie berhasil  mendesain sebuah cincin tunangan dan juga pernikahan.

Dalam koleksi cincin perdananya ini Anne memberinya nama Kekaseh. Dalam rangka mengenal cincin pertunangan motif batik  ini Anne tetap memberikan ciri khasnya yang kental dengan unsur tradisional khususnya Jawa  ke dalam karya cincinnya. Desainer yang dikenal sebagai seniman mode beraliran specialis  kebaya dan batik ini secara berani mengawinkan dimensi  tradisional dan juga modern dalam buah karyanya. Lalu hal apa yang menarik ? Nah,  dalam koleksi Kekaseh ini, Anne mendesain sebuah cincin yang aksen atau ornamen estetikanya  berupa pola batik tradisional Jawa.

Bila anda ingin mengenal cincin pertunangan motif batik,  sebaiknya juga anda mengenal juga corak batik Jawa. Anne memilih motif batik yang merupakan batik yang memiliki nilai filosofis bagi pasangan kekasih ataupun pasangan pengantin. Dalam tradisi batik Jawa ada enam desain cincin batik yang dapat diaplikasikan ke cincin. Disain tersebut adalah  cincin batik motif Wahyu Tumurun, motif Sido Mukti, cincin motif Truntum, motif  Parang Kusumo, Sekar Jagad  dan Sido Asih. Masing masing motif ada maknanya sendiri – sendiri sehingga seolah menjadi komplit dalam sebuah kehidupan berpasangan yang juga sebuah keniscayaan

Ani Dwijanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *